Buku ini membahas sejumlah peristiwa yang dianggap “tertutup” atau kurang dibahas secara publik di sekitar masa kejatuhan Presiden Soekarno, termasuk dinamika politik dan kekerasan yang menyertai transisi kekuasaan pada pertengahan 1960-an. Buku ini juga dikritisi karena dianggap menegaskan tesis bahwa Soekarno memiliki peran dalam peristiwa kekerasan tersebut