Buku ini membahas bagaimana tradisi pesantren di masa kolonial menunjukkan karakter kosmopolitan dalam konteks peradaban kaum santri: yakni melalui jaringan pengetahuan, karakter kebangsaan, serta kemampuan pesantren dan santri untuk merespon dinamika sosial-budaya dan kolonialisme. Penulis menekankan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga keagamaan tertutup, melainkan pusat pengetahuan yang ter…
Buku ini menyajikan kajian historis dan normatif mengenai tradisi ilmu politik dan kenegaraan dalam lingkungan pesantren Nusantara pada abad 17 dan 18 — menyoroti bagaimana pesantren serta santri membangun jaringan keilmuan, pergerakan sosial-politikal, serta fondasi normatif yang kemudian menjadi bagian dari tradisi kenegaraan dan peradaban santri di Nusantara. Kajian ini merekonstruksi akar…