Bagian III dari Sejarah Sosial Ummat Islam oleh Ira M. Lapidus adalah volume yang melanjutkan dua bagian pertama, fokus pada perkembangan umat Islam di era modern. Disusun dalam sekitar 641 halaman, volume ini membahas bagaimana umat Islam di berbagai belahan dunia merespon modernisasi, kolonialisme, kebangkitan nasionalisme Muslim, sekularisme, reformisme, serta tantangan pertumbuhan sosial da…
Buku ini menawarkan studi yang mengeksplorasi proses awal penyebaran Islam di Nusantara, mulai dari masa kekhalifahan Usman bin Affan hingga era Wali Songo di Jawa. Penulis meneliti sumber-naskah lokal dan menerobos teori tradisional yang menyatakan Islam masuk ke Nusantara melalui India; ia mengajukan argumen bahwa Islamisasi terjadi lebih awal dan melalui jalur Arab serta ulama yang memiliki …
Buku Sejarah Peradaban Islam oleh Jaih Mubarok menyajikan sejarah perkembangan peradaban Islam dari masa awal sebelum Nabi Muhammad SAW hingga era kontemporer. Beberapa poin utama yang dibahas termasuk: Lembaga-lembaga penting dalam perkembangan ilmu Islam dan peradaban umat Islam selama berbagai dinasti serta kerajaan. Tokoh-tokoh ulama dan ilmuwan Islam yang mengembangkan berbagai bidan…
Buku ini memuat sekitar 61 kisah hadis atau peristiwa saat Rasulullah menunjukkan kemarahan—di antaranya konflik antara Abu Bakar dan Umar bin Khattab—dengan penjelasan para ulama klasik seperti Ibnu Katsir, Imam al-Nawawi, dan Ibnu Hajar al-Asqalani. Penekanan utamanya adalah bahwa kemarahan yang terjadi pada waktu, tempat, dan cara yang tepat, bukanlah sesuatu yang buruk; malah bisa menja…
Buku ini mengkaji dinamika perilaku politik umat Islam di Indonesia antara tahun 1965 hingga 1987 dengan pendekatan sosiologis. Fokus utama adalah perubahan orientasi politik, identitas keagamaan, dan polarisasi internal umat Islam setelah peristiwa 1965. Penulis menjelaskan bagaimana faktor-sejarah (termasuk konflik politik, pengaturan institusi keagamaan oleh negara, serta kebijakan Orde Baru…
Buku ini membahas bagaimana tradisi pesantren di masa kolonial menunjukkan karakter kosmopolitan dalam konteks peradaban kaum santri: yakni melalui jaringan pengetahuan, karakter kebangsaan, serta kemampuan pesantren dan santri untuk merespon dinamika sosial-budaya dan kolonialisme. Penulis menekankan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga keagamaan tertutup, melainkan pusat pengetahuan yang ter…
Buku ini mengkaji bagaimana kolonialisme dan liberalisme telah membentuk dan mempengaruhi wacana keislaman di Indonesia melalui pendekatan pos-kolonial. Penulis menyoroti bahwa bahkan setelah kemerdekaan, warisan kolonialisme dan pengaruh liberalisme tetap mempengaruhi praktik agama dan institusi keagamaan di Indonesia—termasuk pengadministrasian agama, pengawasan lembaga keagamaan, transform…
Buku ini menyajikan kajian historis dan normatif mengenai tradisi ilmu politik dan kenegaraan dalam lingkungan pesantren Nusantara pada abad 17 dan 18 — menyoroti bagaimana pesantren serta santri membangun jaringan keilmuan, pergerakan sosial-politikal, serta fondasi normatif yang kemudian menjadi bagian dari tradisi kenegaraan dan peradaban santri di Nusantara. Kajian ini merekonstruksi akar…
Buku ini membahas gagasan “Islam Nusantara” melalui pemikiran ulama Indonesia dan narasi kontekstual mengenai bagaimana Islam diterjemahkan dan diimplementasikan di Nusantara. Penulis menggunakan analogi “pertmuan dua bibit pohon unggulan” untuk menggambarkan sintesis dari nilai Islami dan budaya Nusantara agar menghasilkan karakter Islam yang adaptif, moderat, dan kontekstual.
Buku ini merupakan bagian dari serial Pesantren Studies karya Ahmad Baso yang mendalami peran pesantren dalam membentuk peradaban Islam Nusantara. Jilid 2B membahas secara khusus kosmopolitanisme kaum santri di masa kolonial, dengan fokus pada: Dunia tulis-menulis dan kesastraan pesantren, mencakup tradisi penyalinan kitab, penciptaan karya sastra keagamaan, dan budaya literasi di kalangan k…
Buku ini menggambarkan sejarah umat Islam di dunia dengan fokus pada aspek sosial, bagaimana Islam tampil dalam masyarakat — termasuk interaksi agama, budaya, politik, ekonomi — dan bagaimana umat Islam menafsirkan ajaran mereka di berbagai wilayah (Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Selatan, juga Indonesia).