Text
Perempuan Lokal vs Tambang Pasir Besi Global
Buku Perempuan Lokal vs Tambang Pasir Besi Global menggambarkan pengalaman nyata perempuan dari komunitas pesisir di Kabupaten Seluma, Bengkulu dalam melawan korporasi tambang pasir besi global yang mengeksploitasi sumber daya alam mereka. Melalui pendekatan etnografi feminis, penulis menelusuri bagaimana perempuan menjadi agen perlawanan sosial: mereka bukan hanya korban tetapi pelaku aktif yang merumuskan narasi, strategi, dan aksi menghadapi penggusuran—fisik maupun sosial—lingkungan yang rusak, serta kerusakan budaya lokal.
Cerita dalam buku ini mencakup dampak tambang terhadap kehidupan sehari-hari: kerusakan ekosistem laut, penurunan hasil laut, polusi debu, dan gangguan sosial-ekonomi. Perempuan digambarkan memainkan peran ganda: sebagai penjaga kehidupan domestik dan komunitas. Perlawanan mereka meliputi protes langsung, aktivitas kolektif, pendokumentasian kerusakan, serta pengorganisasian komunitas untuk menuntut keadilan dan tanggung jawab dari korporasi dan pemerintah.
Tujuan utama buku ini adalah membuka dialog tentang bagaimana pembangunan dan bisnis global seringkali mengabaikan suara lokal—terutama suara perempuan—dan bagaimana aktivitas tambang global tidak bisa dipisahkan dari konteks sosial, budaya, dan politik lokal. Buku ini memberikan pemahaman mendalam tentang ketidaksetaraan kekuasaan, gender dan lingkungan, serta menawarkan refleksi kritis terhadap model pembangunan yang meremehkan nilai hidup masyarakat pesisir.
Tidak tersedia versi lain