Buku ini mengkaji bagaimana identitas perempuan dibentuk dan dikomodifikasi dalam konteks arus globalisasi dan budaya postkolonial. Fokusnya pada dua ikon komoditi pop: mie instan dan jilbab. Monika Eviandaru menyoroti bagaimana produk sehari-hari diproduksi dan dikonsumsi, bukan hanya sebagai barang, tetapi juga sebagai simbol identitas feminin dan status sosial. Dengan pendekatan budaya kritiā¦